Puisi: Persis Bayang-bayang


Persis bayang-bayang di siang hari
sering patuh terhadap sang mentari
atau tuan yang bernama cahaya
menggenggam erat sinar berulit harapan
tidak mampu berdiri utuh sendiri

Persis bayang-bayang di malam hari
langsung menyepi berselimut gelap
tikus yang menangis keringat
tiada pula setia kepada badan
meski terlahir daripada pantulan

Persis bayang-bayang yang ditolak
lalang ditiup si bayang pun menurut
mungkin bimbang ditebas orang
mungkin bimbang tertular penyakit
mungkin bimbang hayat tak lama

Persis bayang-bayang dikenali orang
bangkit gah hidup pun mewah
diagung dijulang budaya Jawa
penonton bersorak dek hati tercuit lucu
meski cuma hitam yang memonopoli

Persis bayang-bayang realiti
tiada menjadi tumpuan diri
hadirnya amat jarang disyukuri
hilangnya bukan menjadi pertanyaan lagi
wujudnya seakan misteri, tiada dipelopori.


Nims
2005
210917


Sumber foto: Google

Comments