Kota Tanpa Suara



Sungainya mencantum dua jiwa
antara impian dan realiti,
pepohon setia menghulur buahnya
tidak dipinta tiada pula dicita
membuat anak muda yang melintas
melambai senyum mesra.

Penuh warna rumah terbina
oleh si petani bengkok tubuh
Deviantart
oleh janda tiga puteri
oleh guru sekolah pondok
tanpa balah tak kenal lelah
hingga mampu tersergam indah
di tengah kota penuh makna.

Pasar, sekolah, masjid tidak dilupa
singgahan rakyat jelata sentiasa
menyinsing fajar sehingga ke senja
terbit mentari hingga terbenam suria
tiada putus dengan an-nas
sepanjang lingkaran masa.

Ironinya kota serba makmur itu
kompang dipalu tiada gemanya
piano dimain tiada melodinya
gitar dipetik tiada iramanya
penyanyi menyanyi tanpa lagunya
rakyat berhubung tanpa bicara.

Langit biru cerah di atas
mereka menunduk penuh tekun
hingga sahabat yang melintas
pun diendahnya tidak
maka begitulah wujudnya
kota tanpa suara.

Nurina Izzati
290517
1114


Comments

Post a Comment