Puisi: Beralas Sempurna

pic by deviantart


Aku celik
tapi si buta lebih melihat jelas
Aku mendengar
tapi si pekak lebih teliti memahami
Aku berkata-kata
tapi diam si bisu itu lebih mulia

Tanganku punya seribu daya
tapi si kudung lebih berguna
Kakiku sering melangkah
menyusuri duri mengharungi ranjau
tapi si tempang nun jauh di hadapan sana

Aku malu
pada si buta yang terang hatinya
pada si pekak yang suci jiwanya
pada si bisu yang sabar sentiasa
pada si kudung dan si tempang yang menghiasi hari siang
dengan pancaran mentari
menghidupkan malam-malam indah
dengan bintang bergemerlapan
tinggi di angkasa
sungguh mempesona

Oh Tuhan,
adakah aku layak bergelar hamba?
Sedangkan yang ada
hanya noda-noda hitam
beralas sempurna.

9.14 pm
31072015

Nurina Izzati

Comments