Pages

Monday, July 27, 2015

Petani Tua



Ketika senja itu
kulihat seorang petani tua
menggenggam sebuah cangkul lama
menahan keringat yang merembes di dada
meski Sang Suria terus bercahaya
menyemai benih muda
tanpa sekilas kata.

Ketika senja itu
kulihat seorang petani tua
berdiri di atas tanah rata
tak hiraukan sesiapa
menanti hujan yang tak kunjung tiba
dengan penuh cita
kerna setiap detik itu berharga.

Ketika senja itu
kulihat seorang petani tua
menebas lalang yang tumbuh melata
mencabut rumput kuning berwarna
menanti penuh siap siaga
kiranya ada musuh berbisa
datang hanya untuk menyampaikan derita.

Ketika senja itu
kulihat seorang petani tua
berdiri penuh bangga
bersorak tanpa suara
menyanyi tanpa irama
menangis tanpa air mata
melihat pohon hijau di depannya.

Nurina Izzati



Bismillahirrahmanirrahim.

Entah kenapa, ketika karang sajak ini, jadi terlebih emosi. 

Tapi biasalah, tak ada benda dalam dunia ni yang boleh kita dapatkan tanpa 'bayaran'. 

Dan boleh jadi juga, benda yang kita terlalu inginkan itu tak dapat kita kecapi. 

Tenanglah duhai hati, kerana sesungguhnya hikmah yang besar sedang menanti.

No comments:

Post a Comment