Puisi: Biarkan Alam Menyelimuti



Kadang, ada sesetengah perkara yang tak mampu kita ungkapkan kepada orang lain.


Angin memeluk mesra tanpa suara
burung menggigit daun layu
yang berguguran jatuh menampar lembut bahuku
tangisan embun jernih perlahan-lahan menitis khusyuk
mencari pendaratan pada wajahku
pohon-pohon hijau pun mulai tersenyum malu


Sepasang mata redupku mendongak dan menangkap wajahmu
bibirmu mula melambungkan bicara
menafi dusta, menagih rasa
menuntut kemaafan demi meleraikan rantaian jiwa
yang kian lamanya diratah oleh waktu yang mendesak


Zahirnya aku hanya tunduk membisu
biarkan alam menyelimuti
tubuhku yang dingin membeku
telah tercampaknya aku ke dalam penjara
tidak mampu mencari kata untuk menjelaskan
tentang rahsia yang memayungi kemaafanku


020314
4.00 pm

Comments

  1. tepat pada masanya. there is really a time when we can't say anything to others. p/s: lama ana tak berpuisi

    btw, nice sajak ..love it (;

    ReplyDelete
  2. http://husnaohsem.blogspot.com/ :D

    Laa...rupenye akak yg tulis buku novel tarbiyah tu ye.....wahhh..heabt hebat! :D

    ReplyDelete

Post a Comment