Pages

Saturday, August 7, 2010

Puisi: Dosa Mahkota Palsu

Setiap hembusan dingin menyerap
Mengalir ke seluruh perjalanan darah
Aku terpaku memikirkan takdir
Ketentuan yang tidak boleh diubah

Oh Tuhan
Aku hanyalah hamba-Mu yang lemah
Penuh dosa dan alpa
Apakah ada kemaafan bagiku?

Setiap liku penjuru hidup
Kupenuhi dengan dosa-dosa
Mampukah Kau memaafkanku?

Pabila senja kian merebut malam
Aku menanti azan berkumandang
Menggoncang gegendang telinga ini
Agar aku dapat segera menghadap-Mu
Memohon ampun atas nistaku


Sanubari itu memeluk erat nafsu
Saling berkait antara satu
Berbisik meluahkan nafsu
Yang mungkin aku turuti


Di mana kealpaanku berakhir nanti
Hanya menunggu takdir dari-Mu
Saat nadiku berdetik kencang
Aku pohon pada-Mu
Ampunilah aku...


Oh Tuhan
Aku hanyalah hamba-Mu yang biasa
Banyak sekali melakukan dosa
Aku menyedari kelalaianku
Dosa itu hanyalah mahkota palsu

4 comments: